Apaitu mesin faks dan bagaimana cara kerjanya? Mesin faks dirancang untuk mengirim dan menerima dokumen sehingga memiliki bagian pengirim dan bagian penerima. Bagian pengirim agak mirip pemindai komputer, dengan CCD (charged-coupled device) yang memindai hanya satu baris dokumen pada satu waktu, dan hanya dalam warna hitamDari alur proses produksi tenun yang di jelaskan secara utuh, sekarang penjelasan akan fokuskan hanya pada nomor 8 yaitu Loom Machine atau Mesin tenun. Loom Machine atau Mesin Tenun merupakan mesin yang bertujuan untuk menganyam antara benang lusi dengan benang pakan agar menjadi kain mentah. Benang pakan ini akan disisipkan diantara benang-benang lusi yang akan terjadi anyaman dan menjadi kain. Lusi lungsin, lusi adalah benang bahan pembuat kain yang arah gerakannya menuju ke arah kita saat berada di depan mesin tenun. Benang lusi ini nanti akan dikatakan sebagai sisi panjang dari kain. Kata ”lungsin” dalam kamus bahasa Indonesia-Inggris berarti “warp”, sedangkan kata ”warp” itu sendiri dalam kamus Inggris-Indonesia berarti “melengkung”. Jadi istilah ”melengkung”, ”lungsin lusi” dan ”warp” dapat dikaitkan. Istilah tersebut dapat dikaitkan karena sisi panjang kain nantinya akan dibentuk menjadi sebuah gulungan kain dan gulungan kain itu yang berbentuk melengkung. Pakan weft adalah benang bahan pembuat kain yang arah gerakannya sejajar dengan kita saat berada di depan mesin tenun tersebut. Benang pakan ini terkadang juga disebut benang pengisi. Dikatakan dengan benang pengisi karena benang ini akan mengisi diantara benang lusi lungsin secara menyilang. Kata ”pakan”, dalam istilah industri textile bernama ”weft”, dalam bahasa Inggris berarti ”woof”. Nama lain untuk benang pakan adalah pick. Selain itu juga terdapat beberapa istilah yang ada dalam mesin tenun yang sering dipergunakan serta harus diperhatikan dalam proses menenun atau weaving, antara lain adalah sebagai berikut 1. Timing Dasar kata timing ini adalah ”time” yang berarti waktu. Arti timing dalam pengetahuan secara umum dapat disimpulkan sebagai ”waktu yang tepat untuk melakukan suatu kegiatan tertentu”. Begitu pula dalam kegiatan menenun dengan menggunakan mesin yang memakai tenaga pneumatik. Timing ini digunakan untuk melakukan kegiatan seperti melemparkan benang pakan, memotong benang pakan dan sebagainya. Tujuan dari penggunaan timing pada mesin tenun ini adalah agar anyaman yang dihasilkan dapat sempurna dan tidak terjadinya pemborosan dalam pemakaian udara bertekanan dan energi listrik. Timing ini berguna menunjukkan beberapa hal yang penting, yaitu a. Penunjukkan sudut dan lama waktu dimana nozzle mengeluarkan udara bertekanan. Selain itu juga untuk penunjukkan sudut dan lama waktu solenoid pin untuk melepaskan benang pakan untuk proses memenun. b. Penunjukkan sudut ketika benang pakan mulai menyisip dan keluar pada benang lusi. c. Penunjukkan sudut gunting mulai dan lama waktu memotong benang pakan yang telah di lemparkan. Timing ini beupa angka-angka yang menunjukkan waktu dan lama peralatan tersebut beroperasi. Angka-angka ini mempunyai satuan yaitu derajat ° dalam sudut, sebab angka-angka ini berdasarkan putaran dari motor listrik. Jumlah putaran dari motor listrik ini juga sangat berpengaruh pada lamanya peralatan di dalam mesin tenun beroperasi. Jadi yang menentukan waktu dan lama sudut tersebut beroperasi adalah motor listrik, tetapi untuk mempernudahkan dalam perawatan, pengecekan dan lain sebagainya, maka penunjukkan sudut tersebut ditunjukkan dengan sebuah benda yaitu crank angle. 2. Crank Angle Crank Angle ini berbentuk mirip seperti piring makan tetapi dengan diameter 0,3 meter 30 cm. Pada sisi bagian luar terdapat angka-angka yang menunjukkan sudut. Fungsi dari crank angle ini adalah sebagai alat penunjuk sudut putaran pada mesin. 3. Pakan masuk dan pakan keluar Pakan masuk disebut juga dengan insertion. insertion adalah sudut awal benang pakan mulai dilemparkan. Pada mesin tenun, insertion ini telah diatur dengan sudut 95°. Sudut ini berlaku untuk semua jenis benang pakan. Pakan keluar disebut juga arrival set. Arrival set ini merupakan sudut yang seharusnya dimana benang pakan mulai keluar dari benang lusi yang terakhir. Sudut kedatangan ini sebenarnya sudah diatur yaitu 225° tetapi pada keadaan aktual dilapangan, sudut kedatangan lebih dari yang semestinya. Kondisi ini dapat terjadi dikarenakan kerapatan benang lusi lungsin yang terkadang menjadi faktor penghambat. 4. Densitas Kain mentah atau grey merupakan hasil dari anyaman antara benang lusi dan benang pakan. Deretan dari benang pakan maupun benang lusi juga mempunyai kerapatan atau densitas antara benang yang satu dengan benang yang lain. Dalam ilmu fisika densitas mempunyai satuan kg/m3, akan tetapi dalam persoalan dalam mesin tenun ini, densitas juga mempunyai satuan tetapi berbeda yaitu per inchi2 lebih tepatnya helai/inchi2. Dikatakan demikian karena 1 inchi2 terdapat sejumlah benang lusi dan sejumlah benang pakan. Sebagai contoh, densitas yang tercantum dalam mesin tenun adalah 110 x 55, maka ini berarti dalam 1 inchi2 terdapat 110 helai benang lusi dan 55 helai benang pakan. Sebelum membahas mengenai sistem pneumatik pada mesin tenun, akan dijelaskan sedikit bagian dari mesin tenun. Untuk gambar dari mesin tenun yang akan diteliti dapat di lihat pada Gambar Mesin Tenun. FDP Drum dan mesin tenun ini sendiri merupakan satu kesatuan karena mesin tenun tanpa FDP Drum tidak akan dapat bekerja dengan sempurna dan jika FDP Drum tanpa mesin tenun, alat ini tidak akan berguna. Mesin tenun ini menggunakan penggerak utama berupa motor listrik dan diteruskan dengan menggunakan belt dan puli. Penggerak mesin tenun ini dapat di lihat pada Gambar Penggerak mesin tenun Gambar pada halaman sebelumnya menunjukkan jalur pneumatik mesin tenun dari awal udara bertekanan masuk menuju mesin, pengaturan udara bertekanan sampai keluar untuk dipergunakan sebagai alat bantu penganyaman. Untuk penjelasan dari bagian-bagian pada jalur pneumatik, akan dijelaskan sebagai berikut 1. Katup Bola Ball valve Berfungsi untuk membuka atau menutup aliran udara bertekanan yang masuk kedalam mesin tenun secara manual. Untuk menjelaskan keterangan diatas, dapat dilihat pada Gambar Ball valve, Air filter, dan Micro aerator. 2. Filter Udara Air filter Berfungsi untuk mengurangi atau mengilangkan debu dan kandungan air yang berada didalam udara bertekanan agar benang tidak terlalu lembab. Untuk menjelaskan keterangan diatas, dapat dilihat pada Gambar Ball valve, Air filter, dan Micro aerator. 3. Micro-aerator Berfungsi untuk mengurangi kadar oli yang terdapat di udara bertekanan agar udara yang dihasilkan lebih kering. Untuk menjelaskan keterangan diatas, dapat dilihat pada Gambar Ball valve, Air filter, dan Micro aerator. Gambar Ball valve, Air filter, dan Micro aerator 4. Kotak regulator Regulator box Berfungsi untuk mengatur tekanan udara yang akan dialirkan kedalam mesin tenun. Pada kotak regulator terdapat simbol-simbol untuk pengaturan udara bertekanan. Gambar Regulator box dapat sedikit membantu untuk memperjelas maksud simbol dari kotak regulator. Untuk simbol dan keterangan tersebut dapat dilihat pada Tabel Simbol regulator box. Tabel Simbol regulator box Simbol Arti Keterangan M Main Nozzle Pengaturan udara bertekanan pada main nozzle. S Sub Nozzle Pengaturan udara bertekanan pada sub nozzle. C Cutting Blow Pengaturan udara bertekanan pada cutting blow. J Constant Jet Pengaturan udara bertekanan pada constant jet. Didalam kotak regulator juga terdapat huruf P yang berarti plug. Ini merupakan tempat pengukur tekanan perssure gauge ditancapkan untuk mengetahui tekanan yang akan digunakan. Sebagai pengaturnya yaitu dengan memutar kran yang terdapat simbol-simbol tersebut. Untuk menjelaskan arti plug pada setiap simbol di kotak regulator, dapat dilihat pada Tabel Simbol plug pada kotak regulator Tabel Simbol plug pada kotak regulator Simbol Arti M1P udara akan dialirkan menuju Main Tank 1 M2P udara akan dialirkan menuju Main Tank 2 S1P udara akan dialirkan menuju Sub Tank1 S2P udara akan dialirkan menuju Sub Tank2 C1P udara akan dialirkan menuju Cutting Blow 1 C2P udara akan dialirkan menuju Cutting Blow 2 J1P udara akan dialirkan menuju J. Stop valve 1 J2P udara akan dialirkan menuju J. Stop valve 2 Gambar Regulator Box 5. Tangki Pendukung Sub tank Berfungsi untuk tempat penyimpanan udara bertekanan sementara sebelum di distribusikan ke nosel pendukung sub nozzle dan aliran untuk pemotongan serta aliran konstan jet constantt. Selain itu agar udara bertekanan yang akan dipergunakan lebih stabil. Tangki Pendukung ini berbentuk silinder yang terletak pada bagian bawah mesin tenun, dekat dengan lantai Untuk membantu menjelaskan penjelasan di atas, dapat dilihat Gambar Main tank dan Sub tank. 6. Tangki Utama Main tank Berfungsi untuk tempat penyimpanan udara bertekanan sementara sebelum di distribusikan ke main nozzle. Selain itu agar udara bertekanan yang akan dipergunakan lebih stabil. Bentuk dan letak dari main nozzle ini adalah sama seperti pada sub tank. Main Tank 1 Sub Tank 2 Sub Tank 1 Gambar Main tank dan Sub tank 7. Katup untuk nosel utama valve for main nozzle Merupakan katup yang kerjanya menggunakan aliran listrik solenoid yang mana katup ini berfungsi mengatur waktu udara bertekanan untuk mengalir ke nosel utama. Pada rangkaian ini terdapat katup cek check valve yang berfungsi untuk mengalirkan udara bertekanan tetapi aliran udara tersebut tidak dapat berbalik arah menuju ke sumber udara bertekanan. Untuk membantu memahami penjelasan diatas, lihat Gambar Solenoid untuk main nozzle. Gambar Solenoid untuk main nozzle 8. Katup untuk aliran pemotongan valve for cutting blow Merupakan katup yang kerjanya menggunakan aliran listrik solenoid yang mana katup ini berfungsi mengatur waktu udara bertekanan untuk mengalir ke nosel utama. Gambar solenoid untuk aliran pemotongan ditunjukkan oleh Gambar Solenoid untuk cutting blow. Kerja dari katup ini adalah setelah katup untuk nosel utama berhenti melakukan kerja. 9. Katup untuk aliran konstan stop valve for jet constant Fungsinya sama dengan katup bola yaitu untuk membuka atau menutup aliran udara bertekanan. Beda dengan katup bola, katup ini bekerja menggunaka aliran listrik. Jika pada katup untuk nosel utama dan katup untuk aliran pemotong, guna solenoid adalah untuk mengatur waktu aliran udara mengalir, sedangkan pada katup untuk aliran konstan, solenoid akan selalu mengalirkan aliran udara selama mesin tenun dialiri listrik, jika tidak ada aliran listrik pada mesin tenun, maka solenoid ini akan menutup. Jadi jika ada perawatan mesin yang memakan waktu yang lama, maka katup bola yang terdapat diluar mesin akan di posisikan tertutup. Gambar solenoid untuk jet constant ditunjukkan pada gambar Gambar Solenoid untuk jet constant 10. Katup untuk nosel pendukung valve for sub nozzle Merupakan katup dengan menggunakan aliran listrik solenoid yang berfungsi untuk mengatur udara bertekanan yang akan dialirkan ke sub nozzle. Pada mesin tenun yang diamati, terdapat sedikit perbedaan antara gambar diatas dengan kondisi lapangan pada valve for sub nozzle yang terakhir. Katup terakhir ini juga digunakan juga untuk stretch nozzle. Untuk memjelas pengertian valve for sub nozzle, ditunjukkan oleh Gambar Solenoid untuk sub nozzle Gambar Solenoid untuk sub nozzle 11. Button for Threading Weft Berfungsi untuk mengalirkan udara ke dalam pipa yang berada didalam FDP Drum yang bertujuan untuk menarik benang pakan masuk kedalam FDP Drum. Mengaktifkan alat ini dengan cara menekan tombol yang berada didekat FDP Drum. 12. FDP Drum Bagian ini merupakan bagian persiapan untuk benang pakan yang akan ditembakkan melalui main nozzle. Benang pakan akan dimasukkan melalui bagian belakang belakang FDP Drum menggunakan miniature valve. Pada FDP Drum terdapat motor listrik yang berguna untuk memutarkan pipa yang terdapat didalam FDP Drum. Pipa ini yang akan mengarahkan benang pakan untuk menuju ke bagian dapan FDP Drum untuk di tempatkan secara melingkar agar pada waktu proses menenun lebih mudah. Pada begian depan FDP Drum terdapat alat untuk melepas benang pakan agar benang dapat tertarik kedalam nozzle dan terjadi penganyaman. Alat ini dinamakan solenoid pin. Untuk memperjelas pengertian diatas, lihat Gambar FDP Drum Gambar FDP Drum 13. Nosel Utama Main nozzle Berfungsi untuk tempat melemparkan benang pakan yang akan dianyam oleh mesin tenun. Pada main nozzle ini terdapat dua bagian yaitu pemandu benang thread guide dan pipa nosel nozzle pipe. Pemandu benang ini adalah alat yang berfungsi untuk mengarahkan aliran udara menuju ke bagian depan dari nosel utama, sedangkan pipa nosel berfungsi untuk neneruskan aliran udara yang menuju ke bagian depan nosel utama. Untuk lebih memperjelas kalimat diatas, lihat Gambar Bagian nosel utama dan Gambar Nosel utama. Gambar Bagian nosel utama Gambar Nosel utama 14. Nosel Pendukung Sub nozzle Nosel Pendukung, yang ditunjukkan pada gambar adalah sebuah komponen dari mesin tenun yang berfungsi untuk meniupkan udara bertekanan ke alur sisir yang ada di sepanjang sisir. Digunakannya nosel pendukung di sepanjang sisir ini bertujuan agar kecepatan benang pakan yang ditembakkan dari nosel utama agar selalu tetap. 15. Nosel Pemotong Stretch nozzle . Nosel Pemotong sebenarnya adalah sebuah nosel pendukung yang mempunyai sedikit perbedaan fungsi dengan penjelasan nosel pendukung pada . Nosel Pemotong ini berfungsi untuk menahan benang pakan agar tidak kendur selama dalam proses penganyaman. Selain itu juga untuk mengurangi kecepatan dai benang pakan. Diantara Nosel pemotong terdapat dua buah sensor yang dinamakan Feeler H1 dan Feeler H2. Feeler H1 dan Feeler H2 merupakan suatu sensor benda. Feeler ini dipergunakan dalam mesin tenun bertujuan untuk mendeteksi saat benang pakan melewat. Jika dalam satu siklus, sensor tidak mendeteksi benang pakan yang lewat atau kedua sensor mendeteksi benang pakan yang lewat maka mesin tenun akan berhenti beroperasi.
Arbiyan Tezar Sejarah Friday, 19 Aug 2022, 1613 WIB Apa Itu Alat Tenun? Alat tenun adalah alat yang digunakan untuk menenun produk kain tekstil. Umumnya kain tenun memiliki pola dan corak yang unik yang terbuat dari anyaman benang lungsi dan pakan. Tujuan dasar dari alat tenun adalah untuk menahan benang lungsin di bawah tegangan untuk memfasilitasi jalinan benang pakan. Bentuk alat tenun yang tepat dan mekanismenya bisa bervariasi, tetapi fungsi dasarnya sama. Alat tenun modern yang berkualitas tinggi tidak tercipta begitu saja, dibutuhkan waktu ratusan tahun bahkan ribuan tahun sebelum mencapai seperti yang kita kenal saat ini. Banyak usaha manusia dan faktor sosial yang tersisa di balik perkembangan kronologis alat tenun ini. Oleh karena itu, pada kesempatan kai ini aku mau membahas sedikit mengenai perkembangan alat tenun yang ditampilkan secara kronologis dari mesin tenun kuno hingga mesin tenun modern saat ini. Cara Kerja Alat Tenun Alat tenun bekerja dengan cara di mana dua set benang yang berbeda, yaitu benang lungsin dan benang pakan, saling bertautan pada sudut kanan untuk membentuk kain atau baju. Kain biasanya ditenun pada alat tenun, sebuah alat yang menahan benang lungsin pada tempatnya sementara benang pengisi ditenun melaluinya. Pita kain yang memenuhi definisi kain ini, juga dapat dibuat dengan menggunakan metode lain seperti merajut, menenun tablet tablet weaving, tali belakang atau teknik lainnya tanpa alat tenun. Cara benang lungsin dan benang pengisi pakan saling bertautan satu sama lain disebut tenunan. Jadi, secara garis besar proses menenun pasti dilakukan menggunakan alat tenun atau mesin tenun. Perbedaan utama antara berbagai jenis alat tenun adalah pada cara penyisipan isian. Elemen utama dari semua jenis alat tenun adalah alat penumpahan shedding, pemetikan, dan pemukulan. Dalam penumpahan, sebuah jalur dibentuk untuk pengisian dengan menaikkan beberapa benang lungsin sementara yang lain dibiarkan turun. Picking pada dasarnya terdiri dari memproyeksikan benang pengisi dari satu sisi alat tenun ke sisi lainnya. Pemukulan memaksa pick yang baru saja ditinggalkan di gudang, sampai ke jatuhnya kain. Hal ini dilakukan oleh reed, yang dibawa ke depan dengan beberapa kekuatan oleh lay. Meskipun memiliki mekanisme dasar tersebut, alat tenun atau mesin modern mewajibkan bagian yang lebih fungsional dan berkualitas juga. Perkembangan Alat Tenun Dan Jenis Jenisnya 1. Alat Tenun Primitif / Vertikal Alat tenun primitif umumnya dengan menenggelamkan kerangka ke dalam tanah dan pekerjaan di dalam lubang dengan kedua kaki dengan rangka yang terbuat dari bambu. Alat tenun ini diketahui digunakan pada 5000 sampai 6000 tahun SM. Saat ini, alat tenun ini masih digunakan untuk menenun potongan sutra, shirting sutra, dan saree, Muslim, dll oleh penenun turunannya. 2. Pit Loom Alat Tenun Lubang Pit loom dipasang dengan cara menenggelamkan empat tiang ke dalam tanah dan dengan slay overhang. Dalam kasus pit loom, benang bekerja di dalam lubang sehingga benang lungsin dapat menyerap kelembaban dan hasil tenun yang lebih baik. Pada tahun 1773 M John Key dari Bury, Inggris menemukan "fly shuttle". Penemuan ini merupakan peristiwa yang sangat penting dalam sejarah dan perkembangan tenun. 3. Frame Loom Alat Tenun Bingkai Alat tenun bingkai adalah alat tenun di mana Anda mengaplikasikan lungsin langsung ke bingkai tanpa menggunakan papan lungsin, gilingan, atau pasak terlebih dahulu. Lungsin umumnya dimanipulasi dengan tangan selama proses menenun, baik dengan cara menenun secara manual dengan jarum permadani atau melalui penggunaan alat gudang. 4. Alat Tenun Semi Otomatis Alat tenun jenis ini pada dasarnya adalah alat tenun bukan mesin dengan tambahan penghenti lungsin elektronik/mekanik otomatis serta gerakan penghenti pakan bersama dengan gerakan let off yang positif. Walaupun telah menggunakan komponen elektronik, namun alat tenun ini tidak sepenuhnya bekerja secara otomatis 5. Alat Tenun Modern / Shuttleless Loom Alat tenun shuttle menggunakan shuttle kayu tradisional atau shuttle plastik untuk penyisipan pakan. Karena ukuran shuttle yang besar dan kelas berat, dan pengambilan bolak-balik yang berulang kali, alat tenun shuttle akan memiliki getaran besar, kebisingan, konsumsi energi yang tinggi, kecepatan lari yang rendah, dan efisiensi yang lambat. Fitur dasar alat tenun shuttleless adalah untuk memisahkan paket pakan dari shuttle atau hanya membawa sedikit benang pakan dan mengganti shuttle yang lebih berat dengan penyisip pakan kecil yang ringan, sehingga memberikan kondisi yang menguntungkan untuk penyisipan pakan berkecepatan tinggi. Oleh karena itu, alat tenun shuttleless sangat penting untuk meningkatkan varietas kain, menyesuaikan struktur kain, mengurangi cacat kain, meningkatkan kualitas kain, mengurangi kebisingan, memperbaiki kondisi kerja, dan mengurangi konsumsi energi. Sejarah Singkat Alat Tenun Berdasarkan bukti bukti arkeologis, keberadaan alat tenun dan proses menenun kain telah ada sejak jaman mesir kuno sekitar 3400 tahun sebelum Masehi. Alat tenun paling awal berasal dari tahun ke-5 SM dimana alat tersebut terdiri dari batang atau balok kayu yang dipasang pada tempatnya untuk membentuk bingkai yang dapat menahan sejumlah benang paralel dalam dua set, bergantian satu sama lain. Dengan mengangkat satu set benang-benang ini, yang bersama-sama membentuk lungsin, dimungkinkan untuk menjalankan benang silang, benang pakan, atau isian, di antara benang-benang tersebut. Balok kayu yang digunakan untuk membawa benang pengisi melalui lungsin disebut shuttle. Bukti tertua dari tradisi menenun adalah alat batu Neolitikum yang digunakan untuk menyiapkan kain kulit kayu yang ditemukan di situs arkeologi di Gua Sagung di Palawan selatan dan Gua Arku di Peñablanca, Cagayan. Yang terakhir ini telah bertanggal sekitar 1255-605 SM menenun penemu alat-tenun Disclaimer Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku UU Pers, UU ITE, dan KUHP. Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel. Berita Terkait Terpopuler di Sejarah
Macam-Macam Mesin Tenun AIR JET LOOM Mesin tenun ini terus dikembangkan karena mempunyai kecepatan tinggi, mudah pengoperasiannya. Sistem peluncuran benang pakan di mesin ini menggunakan angin bertekanan air jet sebagai media pembawanya. Angin dari kompresor di saring kebersihannya, kemudian masuk pengatur tekanan angin regulator, terus disalurkan melalui main nozzle bersama benang pakan, sehingga benang pakan dapat menyisip kemulut lusi dari ujung kiri ke ujung kanan kain. Angin yang ada tidak ditembakkan secara terus-menerus, tetapi diatur secara elektronik valve saat terjadi penyisipan benang pakannya. Besar kecilnya tekanan angin diatur sesuai ketentuan agar didapat suatu keseimbangan antara benang pakan sampai keujung kain, tetapi tidak merusak atau memutuskan benang pakan tersebut. Besar kecilnya tekanan angin tergantung dari beberapa hal seperti Benang pakan semakin besar, semakin tinggi kebutuhan tekanan angin. Kecepatan mesin rpm semakin tinggi, semakin tinggi kebutuhan tekanan angin. Kain semakin lebar, semakin tinggi kebutuhan tekanan angin. Semakin tinggi daya tarik mulur benang pakan, semakin tinggi pula kebutuhan tekanan anginnya. Pengaturan sudut pembukaan semakin pendek, tekanan angin semakin besar. Keterangan gambar 10 A. Cones benang B. Feeder drum C. Pin feeder drum D. Main nozzle E. Gunting pemotong benang pakan. F. Sub nozzle G. Sisir H. Solenoid valve I. Sensor pendeteksi benang pakan sampai kepinggir kain J. Sensor pendeteksi benang pakan terlalu panjang K. Selang angin Cara kerja peluncuran benang pakan Benang pakan masuk lubang di Feeder drum sebagai pengatur panjang benang pakan selebar kain dan penyuap ke Main nozzle. Di main nozzle benang diberi tekanan angin agar dapat terbawa dan menyisip ke mulut lusi sampai ujung kain. Bentuk sisir yang seperti selokan memanjang serta sub nozzle sebagai pembantu main nozzle, membuat benang pakan stabil ketika menyisip ke mulut lusi. Tekanan angin yang diberikan ke main nozzle dan sub nozzle diatur tekanannya sesuai kebutuhan dengan regulator angin. Dalam 1 satu gerakan pokok mesin tenun, di main nozzle dan sub nozzle angin membuka dan menutup bergantian diatur komputer melalui solenoid valve. Untuk panjang benang yang dibutuhkan dalam selebar kain diatur oleh feeder drum. 1 satu lebar kain sama dengan 3 tiga putaran di feeder drum. Setelah 3 tiga putaran, pin feeder drum akan membuka melepas benang pakan tersebut. Selain itu pula feeder drum berfungsi sebagai pengatur tegangan benang sebelum disisipkan ke mulut lusi. Rumus mencari diameter feeder drum untuk panjang benang pakan selebar kain adalah Diameter feeder drum = x 1,03 mm Pengaturan pengaktifan pembukaan tekanan angin pada peluncuran pakan dalam 1 satu gerakan pokok mesin tenun diatur 1. Pin feeder drum 80°-200° 2. Main nozzle 90°-190° 3. Grup sub nozzle I 110°-190° 4. Grup sub nozzle II 140°-220° 5. Grup sub nozzle III 170°-240° 6. Grup sub nozzle IV 170°-240° Standar tersebut sudah bisa menjalankankan mesin, namun setelah melihat jenis kain, cacat pakan, penghematan energi dan lain-lain, penyetelan dapat diberi variasi timing variation. Benang pakan dipastikan sampai keujung kain oleh sensor pendeteksi pertama, jadi apabila benang tidak sampai, maka mesin akan otomatis berhenti. Benang apabila terlalu panjang melebihi yang ditentukan, akan terdeteksi oleh sensor kedua, dan mesin akan otomatis berhenti pula. Sensor yang ada sangat sensitif dan bekerja pada sudut 200°-300° dalam 1 satu gerakan pokok mesin tenun. Otomatis Berhenti Pakan Putus weft stop motion Otomatis berhenti pakan putus di mesin menggunakan sensor cahaya, apabila ada benang pakan lewat didepannya, maka akan memberi masukan ke komputer. Komputer akan memproses apakah mesin berhenti atau tetap jalan. Sensor yang dipasang ada 2 dua buah, yaitu A. Sensor feeler H1 Sensor ini diatur bekerja pada sudut interval 200°-290° dalam 1 satu gerakan pokok. Di sudut itu benang pakan akan sampai diujung kain paling jauh. Sensor akan memastikan benang pakan selalu mencapai ujung kain dan menghentikan mesin apabila tidak sampai. B. Sensor feeler H2 Sensor ini di diatur bekerja pada sudut interval 200°-300° dalam 1 satu gerakan pokok. Sensor akan memastikan benang pakan tidak melewati batas yang diinginkan dan menghentikan mesin apabila ada yang melewati sensor. Otomatis Berhenti Lusi Putus warp stop motion Otomatis stop lusi putus pada mesin menggunakan dropper dan batang tembaga. Tiap benang lusi dimasukan dalam lubang dropper, dan apabila ada benang lusi putus, maka dropper jatuh dan menyentuh batang tembaga. Dengan sentuhan itu akan memberi masukan ke komputer untuk menghentikan mesin tenun. WATER JET LOOM Mesin tenun ini digunakan untuk benang-benang filament, karena benang filament mempunyai stretch yang tinggi, walaupun di paksakan di air jet bisa di jalankan, tetapi akan merusak peralatan yang ada karena bersifat sangat tajam dan menggores. Dengan water jet akan mampu mengantar benang dengan sempurna, karena tekanan air lebih kuat dari tekanan udara. Gambar sistem kerja Water Jer Loom Cara kerjanya, air dipompa dan di atur tekanannya dengan regulator untuk ditembakkan melalui nozzle untuk membawa benang pakan. Solenoid valve akan membuka tembakan air sesuai sudut interval penyisipan benang pakan mesin air jet loom. Sedangkan di water jet loom tidak memakai sub noozle karena tekanan air yang ditembakan sudah cukup kuat membawa benang pakan. Sisir yang dipakai adalah flat reed seperti mesin teropong, tidak seperti air jet loom yang berbentuk profile. Otomatis Berhenti Pakan Putus weft stop motion Hampi sama dengan air jet loom. Otomatis Berhenti Lusi Putus warp stop motion Water jet loom tidak memakai otomatis stop dropper, karena benang filament sangat kuat sehingga jarang sekali putus. Shedding Motion Tergantung kebutuhan, biasanya positif cam atau dobby RAPIER LOOM Rapier loom banyak digunakan sampai saat ini, mesin ini sangat cocok untuk menyisipkan benang-benang yang berat. Rapier loom ada 2 macam 1. Sistem tongkat Disini menggunakan benang pakan dibawa ujung tongkat dan diberikan atau disampaikan ke tongkat kedua kemudian setelah sampai di ujung, benang pakan akan dilepaskan dari tongkat kemudian baru mengalami pengetekan. Gambar rapier insertion system 2. Sistem rapier flexible Disini sama saja, hanya tongkat diganti sabuk atau rantai yang flexsible sehingga mesin tenun tidak terlalu lebar seperti rapier tongkat yang membutuhkan tempat yang lebar dan tidak nyaman untuk produksi kain tenun yang lebar. Untuk sistem seperti take up, let off dan lainnya sama dengan yang lain, sedangkan sistem otomatis pakan putus mirip dengan mesin shuttle. PROJECTILE LOOM Cara kerja mesin ini dengan cara menjepitkan benang pakan ke projectile dan ditembakkan ke ujung kain kemudian penjepit dilepaskan, benang mengalami pengetekan dan projectile kembali melalui jalan bawah untuk di pakai lagi. Kelebihannya sangat cocok untuk benang-benang berat dan memproduksi kain yang lebar. Gambar cara kerja projectile loom Untuk sistem seperti take up, let off dan lainnya sama dengan yang lain, sedangkan sistem otomatis pakan putus mirip dengan mesin shuttle. JACQUARD SYSTEM Jacquard adalah sistem pembuat mulut lusi yang paling banyak variasi anyamannya. Hal tersebut karena lusi naik-turun bergerak secara individu, sehingga tidak banyak pengulangan seperti sistem dobby apalagi cam. Variasi dobby maksimal rata-rata 18 heald frame, sedangkan jacquard bisa 300 lebih baru pengulangan. Kelebihan jacquard Masing-masing lusi dapat naik turun secara independent, sehinga bisa mwndapatkan corak anyaman yang lebih rumit rapor panjang dan tidak bisa dikerjakan dobby Dapat digunakan untuk macam-macam tenunan selain tenun biasa seperti handuk, taplak, korden dll Tipe benang, anyaman, warna mudah di variasi dan dikombinasikan di mesin, terutama yang sistem computer Tension lusi lebih merata daripada dengan dobby, karena tebal heald framenya sama. Klasifikasi mesin jacquard 1. Inggris pitch rentang ukura 100 s/d 600 needles 2. Ordinary jacquard single lift, centre shed jacquard, double lift 3. Prancis pitch vicenzi, verdol cocok untuk sutra Prinsip gerakan jacquard Gerakan dari mesin digunakan menggerakkan lever naik-turun dengan fulcrum. Ketika turun hook akan bebas, apabila needle ujungnya masuk lubang kartu, maka hook akan terbawa maju karena terkait lubang needle, sehingga ketika lever naik kembali, ujung hook akan mengait grief dan hook akan terbawa naik. Hook naik otomatis harness naik untuk menaikkan benang lusi juga. Bila tidak masuk lubang kartu, needle tidak terdorong, sehingga harness bebas dan tidak mengangkat lusi. Mesin jacquard modern menggunakan solenoid magnet sebagai penarik needle, sehingga kecepatan, pengaturan design lebih mudah lagi. Tidak perlu membuat lubang-lubang kartu, cukup membuat design dikomputer dan memasukkan data mesin, kemudian mesin jacquard bekerja sesuai instruksi yang diperintahkan. Hasil design juga bisa langsung dicoba dan dilihat dimesin tenun, karena tidak membutuhkan waktu yang lama.Description Bagian-bagian Mesin Fungsi dan Cara kerjanya Part #1 adalah bercerita tentang bagian mesin, fungsi dan cara kerjanya, mesin yang dimaksud adalah mesin diesel 2 tak crosshead, Model
Mengenal Bagian-bagian Mesin Injeksi Molding 1. Unit Injeksi 2. Control Panel 3. Molding 4. Clamping Unit 5. Tempering Unit Mengenal Bagian-bagian Mesin Injeksi Molding MESIN INJEKSI atau apa yang kita sebut mesin injeksi plastik memiliki peran penting dalam proses produksi. Pada artikel ini, kami mencoba untuk mempelajari lebih lanjut tentang mesin injeksi pada umumnya, bagian dari mesin injeksi plastik itu sendiri dan cara kerjanya dalam sederhana dan mudah dimengerti. Yuk mengenal bagian mesin injeksi molding 1. Unit Injeksi Bagian dari unit injeksi Motor Hidrolik digunakan untuk mengubah sekrup. Injeksi silinder, sekrup bergerak maju dan mundur. Hopper, pelet bahan wadah plastik sebelum memasuki laras. Pengumpan Sekrup, yang digunakan untuk memberi makan bahan dari sisi belakang Hopper dan aduk plastik dalam keadaan cair sehingga lebih merata. Barrel, memanaskan bahan mencair. Torpedo dan katup membuka mengalir dari bahan selama pengisian dan menghentikan aliran saat proses injeksi berlangsung. Heater Band, pemanas elektronik dengan bentuk sabuk. Kepala silinder, yang menghubungkan nosel dan laras. Nozzle, Pintu masuk material plastik ke mold. Transportasi, unit pendukung yang terletak di silinder rel injeksi. Unit injeksi silinder, Menekan Nozzlepada sprue bush dari cetakan terpasang. Pressure Switch 2 , Konfirmasi untuk melakukan proses injeksi. Bagian mesin injeksi molding selanjutnya adalah 2. Control Panel Tempat tombol untuk mengoperasikan mesin injeksi. Pengaturan parameter menggunakan panel kontrol, hal yang perlu dipertimbangkan ketika mulai melakukan setting Suhu Mengatur suhu rendah barel pemanasan untuk menghindari kerusakan dan kontrol temperatur cetakan tinggi Tekanan tekanan injeksi, penghalang tekanan terhadap tekanan yang akan diatur dari nilai yang rendah jika overfilling dari rongga cetakan dan melanggar cetakan dan mesin Klem kekuatan satu set nilai tinggi kebocoran menghindari dan peralatan flash Kecepatan Menyesuaikan kecepatan injeksi lambat; menurunkan kecepatan rotasi setpoint; mengatur kecepatan membuka / menutup pertama cetakan perlahan; Volume injeksi posisi kecil. Waktu mengatur tekanan lama menunggu waktu dari mesin injection molding dalam pertama kalinya pastikan bahwa lubang keran tertutup; melampirkan pertama waktu yang lama pendinginan. 3. Molding Cetakan inti dan rongga cetakan dipasang ke dasar cetakan masing-masing, yang kemudian dipasang di piring di mesin injection molding. Bagian depan dasar cetakan yang terdiri dari pelat pendukung dipasang rongga cetakan, sprue bushing di mana materi mengalir dari nosel dan lokasi ring yang berguna untuk menyelaraskan bagian bawah cetakan dengan nozzle. Bagian belakang setengah dari dasar cetakan mencakup sistem dispensing, cetakan inti terinstal, dan pelat dukungan. Selama pemisahan unit cetakan penjepit, batang ejector bergerak ke sistem pembuangan. Pisau ejectors mendorong lempeng ejector berdekatan dengan ejector, yang selanjutnya mendorong pin ejector dalam cetakan. Ejector mendorong bahan plastik yang sudah mengeras dari rongga dalam cetakan terbuka. 4. Clamping Unit Terdiri dari a. Stationary Plate b. Moving Plate c. Ejector d. Operation Side Door and Non-operation Side Door e. Lubrication Pump Ada 2 sistem Clamping unit a. Hydraulic Clamps penjepit hidrolik Keuntungan dari sistem menjepit hidrolik adalah bahwa tekanan klem dapat disesuaikan pada rentang yang lebih luas misalnya dari 500KN ke 25000KN. Hal ini memungkinkan menjepit tepat untuk pekerjaan tertentu dan mengurangi jumlah energi yang dikeluarkan. b. Toggle Clamps Keuntungan dari sistem Toggle Clams mekanis adalah bahwa setelah mekanisme switching terkunci di tempat, hampir tidak mungkin untuk cetakan moulding membuka bahkan jika tekanan lebih besar dari injeksi yang diperlukan. 5. Tempering Unit Proses unit tempering, Dalam konduksi alat cetak injeksi untuk sirkuit pendingin yang terhubung ke saluran untuk pasokan dan kembalinya aliran pendinginan. Pengoperasian perangkat ini adalah dengan menggunakan bagian dari katup yang mengontrol aliran fluida pendingin. Ada sensor suhu di saluran untuk pendingin inlet dan arus balik. Sensor suhu terhubung ke komputer yang mengontrol instan membuka dan menutup katup sebagai fungsi dari perbedaan antara suhu masuk bertenaga nominal dan aliran pendinginan terbalik. Sementara suhu dan waktu pendinginan dapat disesuaikan sesuai dengan kebutuhan proses injeksi. Demikian gambaran cetakan injeksi , semoga dapat membantu memberikan wawasan bagi kita semua Sumber Belajar membuat molding Sentra Teknika Prima melalui Sentra Molding menyediakan jasa desan molding dan pembuatan molding. Sumber
Mesin pemintalan atau mesin pembuat benang modern mampu memproses serat dalam volume yang sangat tinggi. Mereka dapat bekerja dengan berbagai cara, tergantung pada desain. Bahkan, mesin dapat disesuaikan untuk membuat produk jadi dengan ketebalan dan kekuatan yang bervariasi, serta dapat menghasilkan benang dan benang dengan banyak lapisan.