JAKARTA Mengetahui perbedaan Mad Silah Sughra dan Mad Shilah Kubra menjadi salah satu yang perlu dipelajari dalam hukum ilmu tajwid. Memahami hukum bacaan Mad Shilah Sughra (Qashirah) dan Kubra (Thawilah) penting untuk diperhatikan dalam membaca Al Quran. Hal ini semata-mata agar bisa membaca Al Quran dengan baik dan benar sesuai
Tajwidsurat Al Fatihah ayat 7 صِرَا طَ الَّذِيْنَ Hukum tajwid pada kalimat diatas adalah: Mad thabi'i (mad ashli), sebab huruf alif mati setelah fathah dan ya mati setelah kasrah. Huruf Ra dibaca tafkhim (tebal), sebab berharakat fathah. "Hukum Mim Mati" Idzhar halqi dan Idzhar syafawi di surat Al Fatihah اَنْعَمْتَCaramembacanya panjang 2 harakat. Mad asli atau mad thabi'i karena huruf dzal berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat. Qalqalah kubra karena huruf qalqalah ba' diwaqaf. Cara membacanya dipantulkan lebih tebal. Ikhfa karena huruf nun sukun bertemu huruf syin.
Berdasarkansebuah buku Ilmu Tajwid Lengkap karya dari Samsul Amin, syamsiah berasal dari sebuah kata syamsun yang memiliki arti matahari. Hal ini karena huruf syamsiah sendiri diibaratkan sebagai sebuah matahari. Sedangkan pada huruf lam sendiri diibaratkan sebagai berbagai bintang yang ada di siang hari dan tidak terlihat ketika ada matahari.
H4Uw.