Aku dan Cita-citaku. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Cerpen. Sumber ilustrasi: Unsplash. Sejak dulu, aku sudah sangat tertarik dengan pesawat. Aku selalu memandangi pesawat yang sedang terbang.
Detik-detikku meninggalkan sekolah ini sudah diambang pintu. Dari SD hingga kelas dua SMU kemarin cita-citaku masih tetap sama, yaitu ingin menjadi seorang dokter. Tadi pagi aku bersitegang dengan ayahku. Keinginanku untuk menjadi seorang dokter tetap kuat menyelimuti dadaku. Tetapi ayahku menginginkan yang lainnya…
Pengalaman ini membuat saya semakin yakin dan bersemangat untuk menjalani profesi dokter dengan baik. Selama perjalanan menuju cita-cita menjadi dokter tidak hanya belajar dan praktik medis saja, tetapi juga melalui proses pengembangan diri. Saya aktif mengikuti seminar dan workshop untuk memperluas pengetahuan saya dalam bidang kedokteran.
Kali ini, aku akan bercerita tentang cita cita yang sangat aku impikan. aku bercita cita untuk menjadi seorang dokter. Sejak kecil aku selalu mengimpikan profesi seorang dokter. Aku hampir saja menyerah dalam meraih cita citaku karena aku sama sekali tidak mengerti basic untuk menjadi seorang dokter. Aku tidak pintar, aku juga tidak
Cita - cita menjadi dokter. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Teringat waktu ku masih kelas 1 sekolah dasar (sd). Waktu itu aku sedang mengalami sakit dan harus dioperasi karena ada benjolan dipaha.
1DK2p6b. 6crq9nj69b.pages.dev/2996crq9nj69b.pages.dev/186crq9nj69b.pages.dev/4756crq9nj69b.pages.dev/4366crq9nj69b.pages.dev/4036crq9nj69b.pages.dev/1796crq9nj69b.pages.dev/4516crq9nj69b.pages.dev/434
cerpen tentang cita citaku menjadi dokter