77% found this document useful 13 votes12K views8 pagesDescriptionLaporan Hasil Penelitian GeografiCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?77% found this document useful 13 votes12K views8 pagesLaporan Hasil Penelitian GeografiJump to Page You are on page 1of 8 You're Reading a Free Preview Pages 5 to 7 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
Pembahasanselanjutnya adalah faktor yang menyebabkan pencemaran sampah. Rizka ramadhania x iis 3 sekolah menengah atas negeri 48 jakarta jl. Contoh Teks Laporan Hasil Observasi Tentang Membuang Laporan hasil penelitian geografi tentang sampah oleh diposting pada 22/02/2021 mekanisme pengelolaan sampah di bank sampah jati asri dengan penerapan extended producer responsibility yang merupakan
“LAPORAN HASIL PENELITIAN GEOGRAFI” Pencemaran Sampah di SMAN 1 Pasangkayu KELAS X IPA 3 Kelompok 4 Disusun oleh Intan ramadhani kahar putri SMAN 1 PASANGKAYU Tahun Pelajaran 2017/2018 KATA PENGANTAR Puji serta syukur marilah kita panjatkan kepada kehadirat Allah SWT. yang telah memberikan begitu banyak nikmat yang mana makhluk-Nya pun tidak akan menyadari begitu banyak nikmat yang telah didapatkan dari Allah SWT. Selain itu, penulis juga merasa sangat bersyukur karena telah mendapatkan hidayah-Nya baik iman maupun islam. Dengan nikmat dan hidayah-Nya pula kami dapat menyelesaikan penulisan proposal ini yang merupakan tugas mata pelajaran Geografi. Penulis sampaikan terimakasih sebesar-besarnya kepada Guru pengampu mata pelajaran Geografi, Hilda, . dan semua pihak yang turut membantu proses penyusunan proposal ini. Penulis menyadari dalam makalah ini masih begitu banyak kekurangan-kekurangan dan kesalahan-kesalahan baik dari isinya maupun struktur penulisannya, oleh karena itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran positif untuk perbaikan dikemudian hari. Demikian semoga makalah ini memberikan manfaat umumnya pada para pembaca dan khususnya bagi penulis sendiri. Amin. Pasangkayu , 28 Agustus 2017 Penulis Kelompok 4 DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ............................................................................................1 KATA PENGANTAR ..........................................................................................2 DAFTAR ISI ........................................................................................................3 BAB I PENDAHULUAN ....................................................................................4 Latar belakang masalah .....................................................................4 Rumusan masalah ..............................................................................4 Tujuan penelitian ...............................................................................4 Manfaat penelitian .............................................................................5 BAB II PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ...................................................6 Landasan Teori ..................................................................................6 Hasil penelitian ...................................................................................7 Pembahasan ........................................................................................9 BAB III PENUTUP .............................................................................................10 Kesimpulan ........................................................................................10 Saran ..................................................................................................10 DAFTAR PUSTAKA .........................................................................................11 BAB I PENDAHULUAN Latar belakang masalah SMAN 1 Pasangkayu merupakan sekolah negeri yang berada tepatnya di Pasangkayu, Sulawesi barat. Sehubungan dengan topik yang kami ambil dalam penelitian ini yaitu “pencemaran sampah di SMAN 1 Pasangkayu” yang disebabkan oleh siswa SMAN 1 Pasangkayu, maka kami membuat proposal penelitian ini. Sampah merupakan hal yang sangat berpengaruh dan berdampak negatif bagi kesehatan serta kelangsungan proses belajar mengajar. Tumpukan sampah yang terdapat pada sudut-sudut sekolah membuat para siswa terganggu akan hal tersebut. Namun, meski sudah mengetahui hal ini para siswa dan pihak sekolah masih kurang kesadaran dalam menanggapi masalah tersebut. Dari latar belakang diatas maka masalah yang kami ambil adalah 1. Kenapa sampah dapat menyebabkan terjadinya pencemaran ? 2. Faktor apa saja yang menyebabkan pencemaran sampah ? 3. Bagaimana cara menanggulangi pencemaran tersebut ? Tujuan Penelitian Adapun tujuan penelitian ini yaitu 1. Untuk mengetahui sampah dapat menjadi penyebab terjadinya pencemaran, kami meneliti disetiap sudut-sudut SMAN 1 Pasangkayu, dan disana banyak tumpukan sampah yang dibiarkan begitu saja sehingga membuat banyak serangga dan hewan liar seperti tikus berkumpul dan mencari makan di tumpukan tersebut. Dan tak jarang, tikus yang sering berkeliaran disana, Mati dan menimbulkan bau tak sedap juga menyengat. Hal ini tentu saja menjadi pencemaran udara. 2. Untuk mengetahui Faktor apa saja yang menyebabkan pencemaran sampah, kami meneliti di bagian belakang kelas. Tepatnya di belakang kelas X IPA 3 sampai kelas X IPA 6. Ada sangat banyak sampah yang berserakan di sebabkan oleh siswa-siswi yang membuang sampah sembarangan dengan membuangnya melalui jendela belakang kelas. Sehingga bagian belakang kelas tercemar. Selain itu, setelah mereka menyapu sampah. Mereka tidak membuangnya di tempat pembuangan yang seharusnya melainkan hanya menumpuk sampah menjadi tumpukan sampah yang mencemari lingkungan. 3. Untuk mengetahui Bagaimana cara menanggulangi pencemaran tersebut, kami melakukan penelitian di tempat yang terkumpul banyak sampah. Dan kami mengusulkan agar pihak sekolah memberikan bantuan berupa pengangkut sampah agar siswa-siswi juga tidak begitu kesulitan untuk membuang sampah pada tempat pembuangan yang seharusnya. Manfaat Penelitian Dengan dibuatnya Proposal penelitian ini, kami sebagai siswa dan peneliti dapat membantu dan menanggulangi akibat dari pencemaran sampah di SMAN 1 Pasangkayu. Dan harapan kami kedepannya, tidak ada lagi pencemaran sampah di SMAN 1 Pasangkayu yang merupakan sekolah yang paling tersorot di Sulawesi barat ini. BAB II HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Landasan Teori Sampah merupakan salah satu penyebab tidak seimbangnya lingkungan hidup, yang umumnya terdiri dari komposisi sisa makanan, daun – daun, plastik, kain bekas, karet dan lain – lain. Bila dibuang dengan cara ditumpuk saja maka akan menimbulkan bau dan gas yang berbahaya bagi kesehatan manusia. Bila dibakar akan menimbulkan pengotoran udara. Selain itu tradisi membuang sampah disungai dapat mengakibatkan pendangkalan yang demikian cepat, banjir juga mencemari sumber air permukaan karena pembusukan sampah tersebut. Jadi pada kenyataannya, sampah telah mencemari tanah, badan air dan udara dalam kota. Berdasarkan asalnya sampah digolongkan dalam dua bagian yakni sampah organik sampah basah dan sampah an-organik sampah kering . Selain itu juga sampah dihasilkan dari beberapa sumber utama antara lain 1. Rumah tangga; Sampah domestik yang dihasilkan berupa sisa makanan, bahan dan peralatan yang sudah tidak dipakai lagi, bahan pembungkus, kertas, plastik dsb. 2. Tempat perdagangan Seperti pasar, supermarket, toko, warung. Sampah yang dihasilkan berupa bahan dagangan yang rusak, buah, sayur, kertas, plastik, karton dsb. 3. Industri Sampah industri yang dihasilkan tergantung dari macam dan jumlah bahan. Industri sering kali membuang sampah disekitar pabrik, sehingga menimbulkan pencemaran lingkungan. Tentu saja yang demikian dapat meresahkan penduduk yang bertempat tinggal disekitarnya. Hasil Penelitian Sumber Gambar Gambar Pada gambar dan adalah salah satu contoh pencemaran sampah yang terdapat di sudut sekolah SMAN 1 Pasangkayu. Sampah dibuang dari dalam ke belakang kelas. Kemudian, karena kurangnya perhatian dari pihak sekolah membuat siswa-siswi yang membersihkan daerah tersebut hanya menyapu sampah menjadi tumpukan sampah di sudut sekolah. Hal tersebut membuat tikus dan serangga berkumpul dan juga mati di kumpulan sampah tersebut. Hingga tak jarang bau tak sedap masuk ke dalam kelas melalui jendela belakang, membuat siswa terganggu karena bau tersebut. Sampah yang dibiarkan tertumpuk ini hampir tidak pernah di hilangkan. Biasanya siswa atau pun petugas kebersihan hanya membakar sampah yang tertumpuk itu, sehingga terjadi lagi pencemaran udara yang juga mengganggu proses belajar mengajar siswa SMAN 1 Pasangkayu dan juga menyisahkan sisa pembakaran. Sumber Gambar Gambar Kemudian pada gambar dan merupakan proses wawancara kelompok kami bersama salah satu siswa SMAN 1 Pasangkayu yang juga menyaksikan pencemaran yang ada di SMAN 1 Pasangkayu. Menurutnya pencemaran ini sudah terjadi cukup lama dan faktor penyebab terjadinya pencemaran ini adalah siswa-siswi yang sering membuang sampah sembarangan, karena faktor malas dan menurut mereka ada tempat pembuangan yang dirasa tidak jauh jendela belakang membuat mereka dengan senang hati membuang sampah sembarangan ke belakang kelas. Selain itu, sampah yang dibuang hanya disapu kemudian di tumpukkan, sehingga pada saat hujan, sampah yang tertumpuk itu menimbulkan bau yang tidak sedap. Pembahasan Dari penelitian yang telah dilakukan, dapat dibahas Sampah menjadi penyebab terjadinya pencemaran. Kenapa demikian ? Karena dari pengertiannya, yaitu Sampah merupakan salah satu penyebab tidak seimbangnya lingkungan hidup, yang umumnya terdiri dari komposisi sisa makanan, daun – daun, plastik, kain bekas, karet dan lain – lain. Bila dibuang dengan cara ditumpuk saja maka akan menimbulkan bau dan gas yang berbahaya bagi kesehatan manusia. Bila dibakar akan menimbulkan pengotoran udara. Jadi, dapat dikatakan bahwa sampah merupakan penyebab terjadinya pencemaran. Pembahasan selanjutnya adalah Faktor yang menyebabkan pencemaran sampah. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, diketahui bahwa Faktor penyebab terjadinya pencemaran sampah adalah siswa-siswi yang berada dilingkungan tersebut. Karena dari sekian banyak nya tempat pembuangan sampah. Tumpukan sampah banyak ditemukan di sudut-sudut sekolah seperti belakang kelas. Dari hasil wawancara juga diketahui bahwa tumpukan sampah yang terdapat dibelakang kelas tersebut disebabkan oleh siswa-siswi yang tidak bertanggung jawab dan membuang sampah sembarangan ke belakang kelas. Kemudian, pembahasan yang terakhir adalah bagaimana cara menanggulangi pencemaran tersebut. Setelah kami melakukan penelitian dan juga wawancara. Dapat kami usulkan cara menanggulangi pencemaran yang terjadi, yaitu dengan lebih memperhatikan lingkungan yang tercemar dan juga kepada pihak sekolah agar menyediakan fasilitas seperti pengangkut sampah sekolah, supaya siswa dapat lebih mudah untuk membersihkan tumpukan sampah yang sudah mencemari lingkungan SMAN 1 Pasangkayu. BAB III PENUTUP Kesimpulan Sampah merupakan konsep buatan manusia, dalam proses-proses alam tidak ada sampah, yang ada hanya produk-produk yang tak bergerak. Sebagian besar siswa-siswi SMAN 1 Pasangkayu mengonsumsi produk yang kemudian menjadi sampah. Oleh karena itu, pencemaran sampah sangat sering terjadi. Untuk mencegah terjadinya pencemaran tersebut, siswa-siswi harusnya membiasakan membuang sampah pada tempatnya dan sampah-sampah yang telah menumpuk dibuang ke tempat pembuangan sampah yang tepat. Agar keindahan yang terdapat di SMAN 1 Pasangkayu tetap terjaga kelestariannya. Saran Dari penelitian yang telah dilakukan, maka Penulis dapat memberikan saran sebagai berikut 1. Kepada siswa-siswi SMAN 1 Pasangkayu agar lebih memperhatikan lingkungan sekolah terutama di sudut-sudut sekolah yang sudah dicemari oleh tumpukan sampah agar tidak terjadi lagi pencemaran sampah karena akan menimbulkan efek buruk bagi siswa-siswi saat mengikuti kegiatan belajar mengajar dan menghirup bau tak sedap dari sampah yang tertumpuk tersebut. 2. Kepada Pihak Sekolah yang bertanggung jawab atas kebersihan sekolah agar lebih memperhatikan lingkungan yang tercemar demi kesehatan siswa-siswi yang belajar. DAFTAR PUSTAKA Sumber dari Internet https//
LAPORANHASIL PENELITIAN GEOGRAFI Pencemaran air sungai. Jangan membuang sampah kesungai dan jika terjadi penimbunan sampah di sungai akan mengakibatkan banjir. JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI FAKULTAS ILMU SOSIAL UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA TAHUN 2013 Penelitian ini Dibiayai dengan Dana DIPA.
Penelitian Tentang Sampah Kualitatif Kuantitatif Penelitian Relevan Terdahulu Proposal Penelitian Skripsi Tesis Disertasi Jurnal Ilmiah Hasil Penelitian Di bawah ini adalah sejumlah Penelitian Tentang Sampah yang diambil dari beberapa kampus di Indonesia. Penelitian tersebut menggunakan berbagai macam metode dan pendekatan penelitian, sehingga untuk kamu yang sedang mencari informasi tentang penelitian dengan tema serupa punya banyak pandangan. Kumpulan Penelitian Tentang Sampah, sangat bermanfaat sebagai sumber penulisan “penelitian relevan” atau penelitian terdahulu yang ada dalam proposal penelitian, agar penelitian yang akan dilakukan dapat menemukan hasil penelitian terbaru. Analisis Potensi Nilai Ekonomi Sampah Perumahan Kota Pontianak Dalam abstraksi terdapat informasi ini Pengelolaan sampah di Kota Pontianak masih menerapkan paradigma lama dimana sistem yang dilakukan adalah pengangkutan, pengumpulan, dan pembuangan di Tempat Pemrosesan Akhir TPA. Penerapan paradigma lama tersebut membuat penanganan sampah yang dilakukan kurang efisien. Sampah yang diangkut, dikumpulkan dan dibuang di TPA masih memiliki nilai ekonomi. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis timbulan dan komposisi sampah Perumahan di Kota Pontianak serta menganalisis potensi dan nilai ekonomi sampah Perumahan di Kota Pontianak. Sampling timbulan dan komposisi sampah dilakukan selama 8 delapan hari berturut-turut sesuai dengan SNI 19-3964-1994 tentang metode pengambilan dan pengukuran contoh timbulan dan komposisi sampah perkotaan. Hasil berat sampah dari tiap komposisi sampah kemudian dikonversi dengan nilai ekonomi sampah yang ditentukan oleh Bank Sampah Rosella Kota Pontianak dan sampah organik yang diolah menjadi kompos didasarkan pada nilai harga kompos yang ada di Jalan Sei Landak Timur Perumnas 4 Kota Pontianak. Total timbulan sampah Perumahan Kota Pontianak sebesar 126895,82 kg/hari atau 126,89 ton/hari. Komposisi sampah Perumahan Kota Pontianak yang memiliki persentase sampah tertinggi yaitu sampah organik dengan jenis sampah organik lainnya dengan presentase sebesar 63,44% dan sampah anorganik tertinggi dengan jenis sampah anorganik lainnya dengan persentase sebesar 20,43%. Persentase sampah organik jenis sampah kardus 1,21%, koran 0,54%, kertas putih 0,81%, dan kertas kulit 3,12%. Persentase sampah anorganik jenis sampah botol 3,37%, gelas plastik 1,41%, kaleng 1,11%, botol dan plastik berwarna 2,25%. Persentase B3 sebesar 2,31%. Potensi nilai ekonomi sampah Perumahan Kota Pontianak sebesar Potensi nilai ekonomi sampah tahun 2016 sebesar Pengelolaan Sampah Berbasis “Zero Waste” Skala Rumah Tangga Secara Mandiri Dalam abstraksi terdapat informasi ini Pengelolaan secara zero waste merupakan pengelolaan dengan melakukan pemilahan, pengomposan dan pengumpulan barang layak jual. Pemilahan sampah dalam rumah tangga harus didukung fasilitas pewadahan berupa tong sampah yang memadai. Tong sampah yang harus disediakan dalam rumah cukup dibagi untuk 2 jenis sampah yaitu sampah organik basah dan sampah anorganik kering. Sampah yang telah terpilah menjadi sampah basah dan kering selanjutnya dilakukan pengelolaan yaitu pengomposan dan pengumpulan sampah layak jual. Pengomposan merupakan teknik untuk mengolah sampah organik yang berupa sampah sisa makanan, sisa potongan sayur dan buah atau sampah dapur dan sampah dari sapuan halaman rumah. Jika sampah organik rumah tangga dikelola secara mandiri on site dengan cara dikomposkan maka sampah anorganik harus dikelola dengan bantuan pihak ketiga off site. Pihak ketiga yang dapat mendukung pengelolaan sampah anorganik rumah tangga adalah para pelaku USAha daur ulang informal antara lain pemulung, tukang loak, pengrajin produk daur ulang khusus untuk sampah plastik kemasan berlapis aluminium foil serta ada alternatif baru yaitu menabung sampah di bank sampah. Perancangan Sistem Pemilahan, Pengeringan Dan Pembakaran Sampah Organik Rumah Tangga Dalam abstraksi terdapat informasi ini Perancangan sistem pemilahan, pengeringan dan pembakaran sampah organik rumah-tangga yang tepat dapat mengurangi pencemaran lingkungan. Pemilahan sampah bertujuan memisahkan jenis sampah yang berpotensi menghasilkan emisi gas buang dan abu sisa pembakaran yang berpotensi mencemari lingkungan, seperti logam, plastik, baterai, kertas, bahan cat, ban bekas. Pengeringan sampah bertujuan untuk mengurangi volume sampah, menstabilkan, dan meningkatkan nilai-panas sampah. Variabel yang berpengaruh terhadap emisi gas buang hasil pembakaran sampah antara lain jenis sampah, nilai-panas sampah dan kelebihan udara untuk pembakaran. Tulisan ini menyajikan paparan hasil-hasil penelitian yang berhubungan dengan dampak pemilahan sampah, pengeringan sampah, dan pembakaran sampah terhadap emisi gas buang. Hasil-hasil penelitian ini dijadikan sebagai dasar acuan dalam perancangan sistem. Perancangan Sistem Pemilahan, Pengeringan Dan Pembakaran Sampah Organik Rumah Tangga Dalam abstraksi terdapat informasi ini Perancangan sistem pemilahan, pengeringan dan pembakaran sampah organik rumah-tangga yang tepat dapat mengurangi pencemaran lingkungan. Pemilahan sampah bertujuan memisahkan jenis sampah yang berpotensi menghasilkan emisi gas buang dan abu sisa pembakaran yang berpotensi mencemari lingkungan, seperti logam, plastik, baterai, kertas, bahan cat, ban bekas. Pengeringan sampah bertujuan untuk mengurangi volume sampah, menstabilkan, dan meningkatkan nilai-panas sampah. Variabel yang berpengaruh terhadap emisi gas buang hasil pembakaran sampah antara lain jenis sampah, nilai-panas sampah dan kelebihan udara untuk pembakaran. Tulisan ini menyajikan paparan hasil-hasil penelitian yang berhubungan dengan dampak pemilahan sampah, pengeringan sampah, dan pembakaran sampah terhadap emisi gas buang. Hasil-hasil penelitian ini dijadikan sebagai dasar acuan dalam perancangan sistem. Karakteristik Peningkatan Pengelolaan Sampah oleh Masyarakat melalui Bank Sampah Dalam abstraksi terdapat informasi ini Sampah menjadi persoalan kompleks di kota-kota besar di Indonesia, oleh karena itu diperlukan adanya penyelesaian yang komprehensif dan terintegrasi serta didukung oleh semua lapisan masyarakat. Salah satu kota besar yang mengalami permasalahan mengenai pengelolaan sampah adalah Kota Semarang. Pengelolaan sampah yang optimal membutuhkan alternatif-alternatif. Salah satu alternatif yang diresmikan oleh Pemerintah Kota Semarang dalam menangani masalah pengelolaan sampah yaitu pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui program Bank sampah. Bank Sampah Sari Asri adalah kelompok sosial di Kota Semarang yang didirikan oleh masyarakat di Kelurahan Tandang dan didukung oleh yayasan ChildFund dan KOMPASS dengan tujuan untuk keberlanjutan lingkungan yang berfokus pada penanganan masalah pengelolaan sampah khususnya sampah yang dihasilkan oleh rumah tangga. Bank Sampah Sari Asri merupakan salah satu terobosan untuk mengurangi dampak yang merugikan dalam pengelolaan sampah yang kurang optimal. Program Bank Sampah Sari Asri terbukti sebagai salah satu upaya peningkatan pengelolaan sampah oleh masyarakat di Kelurahan Tandang. Karena didalam program bank sampah mengandung unsur konsep 3R, yaitu reduce, reuse, dan recycle yang mampu mengurangi volume sampah. Namun dalam pelaksanaannya, masih terdapat masyarakat yang tidak memahami dan melaksanakan program-program yang dicanangkan oleh Bank Sampah Sari Asri. Sistem Perancangan Tempat Sampah Logam dan Non Logam dengan menggunakan Aplikasi Inventor Dalam abstraksi terdapat informasi ini Sampah masih menjadi masalah umum yang sering dihadapi dalam lingkungan masyarakat. Di Indonesia sendiri masalah sampah masih menjadi fokus pemerintah untuk dapat dikelola dan ditangani dengan baik. Persoalan sampah yang sering muncul yaitu kebiasaan masyarakat yang masih banyak membuang sampah tidak pada tempatnya, serta pengelolaan sampah yang belum maksimal. Sehingga membuat sampah-sampah yang ada menjadi berserakan di beberapa tempat, menimbulkan bau yang sangat menyengat, bahkan menjadi pemicu terjadi nya bencana banjir. Pada penelitian ini telah dirancang sebuah tempat sampah pintar yang dapat mengukur tinggi sampah, memilah sampah logam dan logam, serta dapat memantau tinggi sampah dan memberikan notifikasi kepada petugas sampah ketika tempat sampah sudah penuh melalui aplikasi android. Pada perancangan ini, sensor ultrasonik digunakan untuk mengukur tinggi sampah. Sedangkan untuk pemilahan sampah logam dan non logam menggunakan sensor infrared dan proximity. Sistem saling bekerja melalui jaringan internet menggunakan mikrokontroler NodeMcu untuk menghubungkan antara rancangan tempat sampah dengan aplikasi android yang dibuat menggunakan MIT App Inventor. Berdasarkan pengujian alat dan aplikasi yang telah dilakukan, sensor ultrasonik dapat mengukur tinggi sampah dengan persentase akurasi sebesar 94,07 % dan persentase errornya sebesar %, sensor proximity dapat mendeteksi benda logam pada jarak maksimum 3 mm, serta aplikasi tempat sampah pintar yang dapat bekerja dengan baik sesuai dengan fungsinya. Prototipe Sistem Pengukur Ketinggian Permukaan Sampah pada Tempat Pembuangan Sementara Menggunakan Arduino dan Web Gis Dalam abstraksi terdapat informasi ini Sampah adalah limbah yang tidak digunakan lagi bisa dalam bentuk padat, cair, atau gas. Sampah membuat lingkungan tidak nyaman karena menyebabkan bau busuk. Masalah sampah menjadi kendala pada setiap kota di Indonesia. Kota pekanbaru merupakan kota memiliki masalah pengelolaan sampah, karena memiliki penduduk yang padat. Tempat pembuangan sampah tersebar di beberapa titik seperti di pasar, mall, dan pemukiman penduduk di seluruh kota. Untuk menangani sampah petugas kebersihan secara rutin mengangkut sampah dari tempat pembuangan sampah sementara sekali dalam sehari. Masalah yang timbul adalah banyaknya tempat pembuangan sampah menyulitkan petugas kebersihan untuk mengendalikan dan mengontrol sampah, yang dapat mengakibatkan sampah tidak diangkut pada hari yang sama. Banyaknya tempat pembuangan sampah sementara membuat petugas tidak mengetahui tempat pembuangan sampah yang sudah penuh. Hal inilah yang mendasari penulis membuat prototipe sistem pengukuran ketinggian sampah di tempat pembuangan sementara menggunakan arduino terintegrasi dengan web gis. Tujuan pembuatan sistem untuk memberikan peringatan alarm pada petugas kebersihan tempat pembuangan sampah sementara sudah penuh. Juga untuk mengontrol kapasitas maksimum realtime tempat pembuangan sampah melalui peta secara online. Dengan berjalannya sistem ini akan membantu petugas kebersihan mengetahui lokasi sampah sudah menumpuk. Petugas akan memprioritaskan tempat pembuangan yang sudah penuh untuk diangkut ke pembuangan akhir. Perancangan Tempat Sampah Pembuka Tutup Otomatis dan Indikator Kapasitas Dalam abstraksi terdapat informasi ini Tempat sampah sudah banyak tersedia diberbagai tempat, namun masih ada sebagian masyarakat yang membuang sampah sembarangan. Sampah-sampah yang dibuang sembarangan dapat menimbulkan bau yang tidak sedap serta kuman dan bakteri yang menyebabkan penyakit. Untuk menyadarkan kembali masyarakat, beberapa tempat sampah dibuat semenarik mungkin agar masyarakat tertarik untuk membuang sampah pada tempatnya. Tempat sampah yang dirancang dapat membuka penutup tempat sampah secara otomatis, akan mendeteksi sampah yang masuk dan mendeteksi kapasitas sampah ketika terisi penuh. Ketika sampah tersebut dimasukkan ke dalam tempat sampah, maka akan terdeteksi dan akan langsung mengeluarkan suara yang disimpan melalui modul MP3 yang berbunyi “Terima kasih telah membuang sampah pada tempatnya, jaga kebersihan lingkungan di sekitar Anda”. Selanjutnya, ketika sensor photodiode mendeteksi sampah yang sudah terisi penuh, data tersebut akan dikirim ke modul indikator LED melalui frekuensi radio dengan modulasi gaussian frequency shift keying GFSK. Berdasarkan pengujian yang dilakukan, seluruh modul sensor, modul pemroses, modul pengirim dan modul penerima dinilai dapat bekerja dengan baik dan efektif. Sistem yang telah dibuat sedemikian rupa diharapkan dapat membantu masyarakat agar mau membuang sampah pada tempatnya. Dalam abstraksi terdapat informasi ini Berdasarakan hasil observasi diketahui bahwa mayoritas ibu-ibu Desa Keji adalah ibu rumah tangga yang menghabiskan banyak waktu di rumah, namun demikian kesadaran untuk mengelola sampah sangat rendah. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa Fasilitas pembuangan sampah dan Fasilitas pengelolaan sampah sangat minim, hanya tersedia dua tempat sampah besar untuk menampung sampah setiap harinya untuk seluruh warga. Hal ini sangat ironi mengingat Desa Keji merupakan salah satu desa menjai target sebagai Desa Wisata di Kabupaten Semarang. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah 1 peningkatan kesadaran masyarakat terutama ibu rumah tangga akan pentingnya pengeloaan sampah; 2 memberikan tambahan pengetahuan tentang edukasi pengelolaan sampah; 3 memberikan edukasi tentang penataan lingkungan melalui aplikasi Bank Sampah; 4 melakukan pendampingan mengenai administrasi pengelolaan Bank Sampah. Solusi yang ditawarkan adalah workshop, penyuluhan, dan pendampingan melalui metode Participatory Rural Appraisal PRA. Kegiatan pengabdian telah diselesaikan dengan baik, terjadi peningkatan pemahaman peserta pengabdian mengenai pemilahan sampah untuk mendapatkan harga jual sampah yang lebih tinggi, dan administrasi Bank Sampah sebagai tempat untuk penyaluran sampah yang telah dipilah dan sebagai media untuk pengelolaan keuangan dari hasil sampah. Analisis Dampak Limbah/sampah Rumah Tangga terhadap Pencemaran Lingkungan Hidup Dalam abstraksi terdapat informasi ini Sampah atau limbah rumah tangga adalah sampah yang berasal dari kegiatan sehari-hari di rumah tangga yang tidak termasuk tinjak dan sampah spesifik. Dampak limbah rumah tangga dapat mempengaruhi pencemaran lingkungan seperti penurunan kualitas udara, maka akan mempengaruhi terhadap tingkat kesehatan bagi orang lain. Peraturan Rumah Tangga No. 81 Tahun 2012 Tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga. Dalam mengelola limbah atau sampah rumah tangga, yang terjadi seperti mengurangi tingkat kepedulian dari lingkungan rumah tangga itu sendiri, mengurangi tempat-tempat pembuangan sampah, serta meningkatkan penegakan hukum terhadap para pelanggarnya. Beberapa cara pengelolaan sampah yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan perencanaan yang baik terhadap pengelolaan sampah seperti halnya daur ulang, pembakaran, persiapan, pengomposan, dan pembusukan. Note Informasi yang kamu dapatkan adalah informasi abstraksi dari penelitian tentang Sampah. Untuk Selengkapnya kamu bisa klik link atau judul dari masing-masing daftar di atas.
diperolehpeneliti dari berbagai sumber yang telah ada, seperti buku, jurnal, laporan, majalah dan lain-lain. Dalam memperoleh data sekunder, peneliti menjadi tangan kedua [11]. Data primer dalam penelitian ini ialah hasil kuesioner mengenai perilaku wisatawan dalam membuang sampah di wisata Pantai Watu Ulo, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember.
LAPORAN CARA PENGOLAHAN SAMPAH PADAT DAN PENGARUHNYA TERHADAP LINGKUNGAN HIDUP Sebagai Syarat Tugas Mata Kuliah Studium General Oleh Muhammad Arief Bachri NIM 117090008 PROGRAM STUDI TEKNIK FISIKA FAKULTAS SAINS INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM 2013 / 2014 BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Faktor penyebab rusaknya lingkungan hidup yang hingga saat ini masih tetap menjadi masalah besar bagi bangsa Indonesia adalah pembuangan sampah. Sampah-sampah tersebut diangkut oleh truk-truk khusus dan dibuang atau ditumpuk begitu saja disuatu tempat yang sudah disediakan tanpa ditindak lebih lanjut lagi. Hal tersebut tentunya akan sangat berpengaruh terhadap lingkungan sekitar dimana lingkungan menjadi kotor dan sampah yang membusuk akan menjadi bibit penyakin dikemudian hari. Dalam beberapa laporan, terungkap jumlah sampah padat di kota-kota dunia akan terus naik sebesar 70% tahun ini hingga tahun 2025, dari 1,3 miliar ton pertahun menjadi 2,2 miliar ton per tahun. Mayoritas kenaikan terjadi di kota-kota di negara berkembang. Di Indonesia, data Bank Dunia menyebutkan, produksi sampah padat secara nasional mencapai ton per harinya. Sampah selalu menjadi masalah bagi pemerintah, bahkan diperkirakan sampah setiap harinya di Indonesia ini mencapai 200 ribu ton. Sayangnya tingginya volume sampah itu belum tertangani secara baik oleh pemerintah karena berbagai keterbatasan. Walaupun terbukti sampah itu dapat merugikan bila tidak dikelola dengan baik, tetapi ada sisi manfaatnya. Hal ini karena selain dapat mendatangkan bencana bagi masyarakat, sampah juga dapat diubah menjadi barang yang bermanfaat. Kemanfaatan sampah ini tidak terlepas dari penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam menanganinya dan juga kesadaran dari masyarakatnya sendiri untuk mengelolanya. Rumusan Masalah Rumusan masalah dari makalah ini adalah 1. Pengertian pencemaran sampah yang termasuk pencemaran? 2. Apa saja sumber-sumber dan jenis-jenis sampah? 3. Apa saja jenis-jenis sampah? 4. Bagaimana cara pengolahan sampah yang padat? 5. Apa pengaruh pada pengolahan sampah terhadap lingkungan hidup? Tujuan Tujuan umum dari makalah ini adalah mampu menjelaskan cara pengolahan sampah yang baik dan tepat serta memberikan solusi bagi penanganan masalah sampah. Sedangkan, tujuan khusus dari makalah ini adalah 1. Menjelaskan definisi sampah, sumber dan pembagian jenis sampahnya. 2. Menjelaskan cara pengolahan sampah pengumpulan, pengangkutan dan pemusnahan. 3. Menjelaskan dampak sampah bagi lingkungan hidup. BAB II PEMBAHASAN Definisi Sampah Zat atau bahan yang dapat mengakibatkan pencemaran disebut polutan, yang salah satu contohnya adalah sampah. Menurut definisi WHO, sampah adalah sesuatu yang tidak digunakan, tidak dipakai, tidak disenangi atau sesuatu yang dibuang yang berasal dari kegiatan manusia dan tidak terjadi dengan sendirinya Chandra, 2012. Sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Sampah padat adalah benda atau barang yang tidak digunakan, tidak dipakai, tidak disenangi atau sesuatu yang dibuang yang berasal dari kegiatan manusia dan tidak terjadi dengan sendirinya. Sampah padat merupakan salah satu bentuk limbah yang terdapat di lingkungan Hasyim, 2010. Ilmu lingkungan biasanya membahas tentang pencemaran yang disebabkan oleh aktivitas manusia, yang dapat dicegah dan dikendalikan. Karena kegiatan manusia, pencemaran lingkungan pasti terjadi. Pencemaran lingkungan tersebut tidak dapat dihindari, namun yang dapat kita lakukan adalah mengurangi pencemaran, mengendalikan pencemaran dan meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungannya agar tidak mencemari lingkungan. Prinsip sampah menurut Notoatmodjo 2011 adalah 1. Adanya sesuatu benda atau benda padat 2. Adanya hubungan langsung/tidak langsung dengan kegiatan manusia. 3. Benda atau bahan tersebut tidak digunakan kembali. Sumber-Sumber Sampah Menurut Hasyim 2010, Adapun beberapa sumber sampah antara lain  Sampah yang berasal dari daerah pemukiman domestic wastes.  Sampah yang berasal dari perdagangan commercial wastes.  Sampah yang berasal dari jalan raya street sweeping.  Sampah yang berasal dari industri industrial wastes.  Sampah yang berasal dari daerah pertanian dan perkebunan agricultural wastes.  Sampah yang berasal dari daerah pertambangan.  Sampah yang berasal dari gedung-gedung atau perkantoran institutional wastes.  Sampah yang berasal dari daerah penghancuran gedng-gedung dan pembangunan/pemugaran.  Sampah yang berasal dari tempat-tempat umum, pendidikan.  Sampah yang berasal dari daerah kehutanan.  Sampah yang berasal dari pusat-pusat pengolahan air buangan.  Sampah yang berasal dari daerah peternakan dan perikanan. Jenis-Jenis Sampah Sampah padat dibagi menjadi beberapa kategori, diantaranya adalah 1. Berdasarkan zat kimia yang terkandung didalamnya.  Organik – dapat diurai degradable Merupakan sampah yang mudah membusuk seperti sisa makanan, daun, sayur dan buah. Sampah ini dapat diolah lebih lanjut menjadi kompos.  Anorganik – tidak terurai undegradable Merupakan sampah yang tidak mudah membusuk seperti plastik wadah pembungkus makanan, kertas, plastik mainan, botol, kaleng, kayu, logam, pecah belah, abu, dll. 2. Berdasarkan dapat atau tidaknya dibakar.  Mudah terbakar misalnya kertas plastik, daun kering dan kayu.  Tidak mudah terbakar misalnya kaleng, besi, gelas, dll. 3. Berdasarkan dapat atau tidaknya membusuk.  Mudahnya membusuk misalnya sisa makanan, potongan daging, dsb.  Sulit membusuk misalnya plastik, karet, kaleng, dsb. 4. Berdasarkan ciri atau karakteristik sampah Chandra, 2012.  Garbage,  Rubbish,  Ashes,  Street sweeping,  Dead animal,  Household refuse,  Abondoned vehicle,  Demolision waste,  Sampah industri,  Santage solid dan  Sampah khusus. Bagaimana Cara Pengolahan Sampah Padat Pengolahan sampah adalah pengumpulan, pengangkutan, sampai dengan pemusnahan atau pengolahan sampah sedemikian rupa sehingga sampah tidak mengganggu kesehatan masyarakat dan lingkungan hidup. Pemilihan Sampah Pemilihan sampah dilakukan melalui kegiatan pengelompokan sampah sesuai dengan jenis sampahnya. Hal ini telah dilakukan dibeberapa kawasan umum yang telah menyediakan sarana pemilihan dan pewadahan sampah seperti dikawasan permukiman, kawasan komersial, kawasan industri, kawasan khusus, fasilitas umum, fasilitas sosial dan fasilitas lainnya. Perlu adanya dukungan dari pemerintah kabupaten/kota. Sarana pemilahan dan pewadahan sampah harus diberi label atau tanda, dibedakan bahan, bentuk atau warna wadah, dan menggunakan wadah yang tertutup. Pengumpulan Sampah Pada tahap pengumpulan sampah, sampah tidak boleh dicampur kembali setelah dilakukan pemilihan dan pewadahan. Jenis sarana yang digunakan untuk melakukan pengumpulan sampah dapat berupa motor sampah, gerobak sampah atau sepeda sampah. Tiap kawasan umum harus menyediakan Tempat Pengumpulan Sampah TPS dan alat pengumpul untuk sampah terpilah. Kriteria TPS adalah  Luas TPS sampai dengan 200 m2  Tersedia sarana untuk mengelompokkan sampah menjadi paling sedikit 5 lima jenis sampah  Jenis pembangunan penampungan sampah bersifat sementara  Luas lokasi dan kapasitas sesuai kebutuhan  Lokasinya mudah diakses  Tidak mencemari lingkungan  Penempatan tidak mengganggu estetika dan lalu lintas  Memiliki jadwal pengumpulan dan pengangkutan Pengangkutan Sampah Pengangkutan sampah dari TPS tidak boleh tercampur/dicampur kembali setelah dilakukan pemilahan dan pewadahan. Sampah yang mengandung bahan berbahaya dan beracun serta limbah bahan berbahaya dan beracun, pengangkutannya harus mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan. Ketentuan pengangkutan sampah adalah sebagai berikut  Memaksimalkan kapasitas kendaraan angkut yang digunakan  Menggunakan rute pengangkutan sependek mungkin dengan hambatan sekecil mungkin  Frekuensi pengangkutan dari TPS dilakukan sesuai dengan jumlah sampah yang ada  Ritasi dilakukan dengan mempertimbangkan efisiensi dan efektifitas pengangkutan Sarana pengangkutan sampah dapat berupa dump truck/tipper truck, armroll truck, compactor truck, street weeper vehicle dan trailer. Pengangkutan sampah dari TPS dilakukan oleh pemerintah kabupaten/kota dengan menyediakan alat angkut sampah, termasuk untuk sampah yang terpilah yang tidak mencemari lingkungan. Pengolahan Sampah Kegiatan pada tahap ini yaitu dilakukan pemadatan, pengomposan, daur ulang materi dan mengubah sampah menjadi sumber energi dengan mempertimbangkan karakteristik sampah, teknologi pengolahan yang ramah lingkungan, keselamatan kerja dan kondisi sosial masyarakat. Pada pengolahan sampah ini, biasanya dilakukan oleh seluruh pelaku, termasuk pengelola kawasan umum dan pemerintah kabupaten/kota dengan menyediakan TPS/TPA sebagai sarana fasilitas pengolahan sampah. Pengaruh Pengolahan Sampah pada Lingkungan Hidup Sampah-sampah yang tidak dikelola dengan baik akan berpengaruh besar terhadap lingkungan hidup yang berada disekitarnya, dimana sampah akan menimbulkan beberapa dampak negatif dan bencana seperti  Dampak Terhadap Kesehatan Lokasi dan pengelolaan sampah yang kurang memadai pembuangan sampah yang tidak terkontrol merupakan tempat yang cocok bagi beberapa organisme dan menarik bagi berbagai binatang seperti lalat dan anjing yang dapat menjangkitkan penyakit.  Rusaknya Lingkungan Cairan rembesan sampah yang masuk ke dalam drainase atau sungai akan mencemari air. Berbagai organisme termasuk ikan dapat mati sehingga beberapa spesies akan lenyap, hal ini mengakibatkan berubahnya ekosistem perairan biologis. Penguraian sampah yang dibuang ke dalam air akan menghasilkan asam organik dan gas-cair organik, seperti metana. Selain berbau kurang sedap, gas ini dalam konsentrasi tinggi dapat meledak.  Terjadinya Banjir Banjir merupakan peristiwa terbenamnya daratan yang biasanya kering karena volume air yang meningkat. Banjir dapat terjadi karena peluapan air yang berlebihan di suatu tempat akibat akibat hujan besar dan peluapan air sungai. Sampah yang dibuang ke dalam got/saluran air yang menyebabakan manpat adalah faktor utama yang belum disentuh, berton-ton sampah masuk aliran sungai dan memampatkan aliran dan menyebabkan polusi sampah di muara pantai,sungai dan danau. Banjir dan sampah, keduanya dipandang oleh sebagian golongan sangat berhubungan dengan sebab-akibat. Dimana sampah mengakibatkan banjir dan banjir mengakibatkan sampah. bukan semata masalah perilaku, namun lebih dalam dari itu adalah masalah kesejahteraan. Sampah sungai berasal dari sampah rumah tangga dari warga yang bertempat tinggal dipinggiran sungai, mereka tidak mempunyai tempat pembuangan sampah resmi yang dikoordinir lingkungannya. Ini berkaitan juga dengan kebiasaan warga/penduduk yang tidak mempunyai kesadaran artinya polusi, tenggang rasa serta kebiasaan mau enaknya sendiri. Ini berkaitan budaya masyarakat yang kurang pembinaan tentang artinya kebersihan lingkungan dan cara mengatasi.  Dampak Terhadap Keadaan Sosial dan Ekonomi Dampak dyang apat ditimbulkan sampah terhadap keadaan sosial ekonomi adalah 1. Pengelolaan sampah yang kurang baik akan membentuk lingkungan yang kurang menyenangkan bagi masyarakat bau yang tidak sedap dan pemandangan yang buruk karena sampah bertebaran dimana-mana. 2. Memberikan dampak negatif terhadap kepariwisataan. 3. Pengelolaan sampah yang tidak memadai menyebabkan rendahnya tingkat kesehatan masyarakat. Hal penting di sini adalah meningkatnya pembiayaan secara langsung untuk mengobati orang sakit dan pembiayaan secara tidak langsung tidak masuk kerja, rendahnya produktivitas. 4. Pembuangan sampah padat ke badan air dapat menyebabkan banjir dan akan memberikan dampak bagi fasilitas pelayanan umum seperti jalan, jembatan, drainase, dan lain-lain. 5. Infrastruktur lain dapat juga dipengaruhi oleh pengelolaan sampah yang tidak memadai, seperti tingginya biaya yang diperlukan untuk pengolahan air. Jika sarana penampungan sampah kurang atau tidak efisien, orang akan cenderung membuang sampahnya di jalan. Hal ini mengakibatkan jalan perlu lebih sering dibersihkan dan diperbaiki. BAB III PENUTUP Kesimpulan Sampah adalah suatu masalah yang masih belum bisa teratasi terutama di Indonesia, sampah memiliki berbagai dampak yang sangat berpengaruh dalam berbagai aspek khususnya lingkungan dan makhluk hidup disekitarnya. Namun jika sampah dapat dimanfaatkan dengan baik, maka akan mengurangi efek sampah bagi lingkungan dan makhluk hidup. Dalam beberapa referensi didapat bahwa sampah dibedakan menjadi beberapa jenis yang masing-masing memiliki karakteristik dan klasifikasi yang berbeda. Tentunya sampah dibutuhkan pengelolaan sampah yang baik dan tepat agar dapat meminimalisir masalah sampah. Adapun beberapa tahap dalam pengolahan sampah dimulai dari pengumpulan, penganguktan dan pemusnahan. Saran Adapun saran yang dapat diberikan  Untuk mengurangi/meminimalisir produksi sampah maka dapat dilakukan 3R reuse, reduce dan recycle  Kelolaan sampah dengan tepat dan baik sehingga dapat mengurangi dampak dari sampah itu sendiri baik dari proses pemilihan pengumpulan, pengangkutan, pemanfaatan dan pemusnahan  Sampah dapat kita atasi apabila kita sebagai individu dapat memiliki kesadaran dan motivasi untuk lebih memperhatikan/peduli pada lingkungan, mulailah dari diri sendiri DAFTAR PUSTAKA Agung Suprihatin, S. Pd; Ir. Dwi Prihanto; Dr. Michel Gelbert. 1996. Pengelolaan Sampah. Malang PPPGT / VEDC Malang.
Bagijurusan pendidikan geografi hasil penelitian ini dapat memberikan sumbangan pemikiran bagi study/kajian tentang kesiapsiagaan menghadapi banjir di kelurahan jagalan. Pengaruh sampah terhadap lingkungan bab i pendahuluan 12 latar belakang sampah adalah s. Detail laporan penelitian geografi tentang sampah pdf dapat kamu nikmati dengan
Permasalahantentang sampah sudah sangat sering terjadi di perkotaan. Pengelolaan sampah yang kurang baik dan terbatasnya tempat pembuangan sampah menjadi salah satu faktor penyebabnya. Seperangkat komputer untuk pengolahan data dan penulisan laporan METODE PENELITIAN Alat 1. - 2031 skala 1:5.000 4. Berdasarkan hasil penelitianAc9x.